Senin, 30 September 2013

Mantan Harapan

 Waktu berlalu, aku memulai hariku yang baru
Izinkan aku mengingat beberapa masa yang lalu
Aku yang dulu begitu mengharapkannya
Selalu memunculkan wujudnya di setiap detik dalam pikiranku
Selalu terangkai dalam doa bahwa dialah tujuan terbesarku saat itu
Demi masa depanku, orang tuaku, dan orang-orang yang mencintaiku.

Tapi apabila kamu bukan yang terbaik untukku
Aku akan belajar untuk melepaskanmu
Walau terkadang hatiku letih merasakan cemburu
dengan oranglain yang berhasil memilikimu.

Akan aku buktikan bahwa aku bisa
Menjadi yang terbaik tanpa harus
Memilikimu.

Senin, 09 September 2013

you've been ever with her


you've been hers
you've been say love directly to her
you've been spend the saturday night with her
you've been bring and pick her up to go to everywhere
you've been meet her parents
you've been play together with her brother
you've been wipe her tears
you've been hug her tightly
you've been hold her arms strongly
you've been loving her with all your heart
you've been making her the queen in your soul
you've been choose her as your last port
you've been give her all your sincerity
you've been tell about her to your daddy
you've been bring her in front of your friends
you've been use the couple clothes with her
you've been give her request, a beautiful rose
you've been allow your jacket for her
you've been buy some food when her didn't eat yet
you've been miss her so much when you feeling alone
you've been ask her to forgive you
you've been spend more a hundred day with her


yeah that's all I know.

Senin, 19 Agustus 2013

My new life, my spirit!

            Bismillahirrohmanirrohim... dengan niat ikhlas lillahita’ala aku berangkat menuntut ilmu di kota seberang. Sebuah kota yang katanya "the spirit of Java". Jaraknya tidak terlalu jauh sebenarnya. Hanya saja waktu yang akan kutempuh dan perjuangan yang nantinya kuhadapi agak sedikit berbeda dari kehidupanku sebelumnya, cukup membuatku terasa berat. Semoga hanya terasa di awalnya saja.
             Aku diantar keluargaku pindahan ke kost yang bernama wisma Fatimah, yang letaknya di dekat gerbang belakang kampus UNS. Aku membawa segala perlengkapan kehidupan sehari-hari, termasuk buku-buku mata kuliah Manajemen Ekonomi, dan sebuah sepeda motor. Sesampainya di kost pukul 10.15, aku langsung beres-beres dibantu ibu dan mbahku yang menyusul datang dari Tawangmangu. Bapak dan adik-adikku mengisi bensin penuh dan mencuci motorku. Mereka semua sangat antusias dengan kepindahanku. Semua kebutuhanku dipenuhi, tidak ada satupun yang kurang. Alhamdulillah, Allah telah memudahkan urusan kepindahanku.
         Seusai beres-beres, aku mengantar bapak, ibu, dan dua adikku ke stasiun Solo Balapan. Mereka akan kembali ke Jogja naik kereta prameks pukul 13.00. Oh tidak, ini perpisahan. Aku tidak tahu kapan akan pulang ke Jogja. Aku belum tahu jadwal kuliahku yang pasti. Tapi sebisa mungkin aku akan bertahan, banyak ilmu-ilmu baru yang harus aku dapatkan disini. Kuliah dan hidup di Solo bukan cuma formalitas, tapi harus aku jalani dengan sungguh-sungguh. Alasan kesungguhanku nanti akan ku jelaskan di lain episode.
          Aku dan mbahku melanjutkan perjalanan ke rumah pakdeku, kakak dari bapakku, yang letaknya di Karang Pandan, perjalanannya sekitar setengah jam dari Solo. Pakdeku memiliki dua orang anak yang sudah dewasa, yang pertama mas Ardi, lalu adiknya mbak Kiki. Mas Ardi sudah lulus strata 1 sebagai Akuntan dari UII, dan mbak Kiki masih memperjuangkan skripsinya di bidang Teknik Boga UNY. Disana aku mendapat sambutan yang sangat hangat. Aku meminta bantuan mas Ardi dalam masalah ospek dan kuliah karena dia sudah memiliki banyak waktu luang di rumah, sebenarnya dia memiliki bisnis via online, tapi aku tak paham betul bagaimana bisnisnya itu.
          Waktu menunjukkan pukul 18.00. Aku sampai di kost diantar mas Ardi dan bude, bude masuk dan melihat kamar kostku. Walaupun awalnya protes karena lokasi kostku agak menyeramkan dekat kuburan cina yang sangat gelap dan sepi di malam hari, tapi beliau tetap mewanti-wanti aku untuk selalu berhati-hati dan tidak keluar malam.
        Aku bertemu dengan kawan-kawan baruku yang sama-sama muslimah Fakultas Ekonomi UNS. Terdiri dari mahasiswa baru berjumlah 4, yaitu aku, Nida, Ulfa, dan Ditha. Lalu yang senior ada mbak Rona, mbak Selvi, mbak Pita, dan mbak Hilmi. Kita semua berbeda daerah asal. Tapi yang paling dekat denganku adalah Nida, dia berasal dari Wates Kulonprogo.
          Keesokan paginya aku, Nida, dan Ulfa jalan-jalan mengitari kampung. Kita menghapal tempat-tempat penting seperti tempat makan, swalayan, atm, foto copy, laundry, toko jual pulsa, dll. Setelah itu kami membeli makanan di warteg yang paling dekat dengan kost. Setelah ngobrol dengan ibu penjaga warteg, kita baru tau kalau di daerah ini kebanyakan rumah kost untuk putra, bahkan yang paling dekat dengan kostku adalah kost putra khusus mahasiswa fakultas kedokteran. Pantesan kostnya rada elite.
              Sore harinya aku dan Ulfa jalan-jalan ke swalayan Argros, tokonya lumayan besar dan terbilang lengkap. Disana aku melihat beberapa orang berwajah mahasiswa, dan ketika dia membalikkan badannya tertera tulisan “Arsitektur UNS”, ada lagi yang “BEM FKIP UNS”, weessehh rasanya baru setengah sadar bahwa aku ini sudah mahasiswa. Aku tinggal di kawasan yang penuh dengan mahasiswa UNS, aaa..!!!! Ntahlah, ini bakalan asik banget pastinya!
             Kami pun melanjutkan perjalanan ke kampus UNS, rasanya hatiku berdesir.... Inilah hidup baruku, pertama kalinya aku belajar hidup sendiri, dan aku akan menjalani semua ini sampai 4 tahun ke depan. Aku harus bisa menikmatinya. Di kampus kita hanya keliling, sesekali menemukan kakak senior yang tengah mempersiapkan ekspo UKMnya masing-masing untuk ditampilkan di acara osmaru yang diadakan besok tanggal 20-23 Agustus 2013. Bicara tentang UKM.. jujur, aku ingin sekali masuk di bidang kesenian, lebih tepatnya seni musik atau paduan suara. Aku juga tertarik dengan Marching band. Ah tapi aku malu untuk mengakuinya pada oranglain, apalagi sama bapak. Waduh, arep dadi opo iki cah wedhok melu-melu ngana... wkwk :D
            Yeaah, smoga awal cerita ini semakin menuju pada “Klimaks”nya. Aku akan membangun target demi target. Mendapat beasiswa, menjadi assisten dosen, tampil di acara kesenian (hahaa), lulus dengan pujian, menjadi manager marketing di sebuah instansi, menjadi dosen, dan masih banyak setumpuk asa dan harapan. Untuk masalah cinta, aku menyerahkan semuanya pada Sang Pemilik Cinta. Sekarang belum waktu yang tepat untuk galau karena laki-laki, tapi galau karena pencapaian cita-cita. Semoga aku bisa terus berkomitmen dengan kesendirianku sampai nanti akhirnya aku pantas dipilih oleh laki-laki pilihanku dan Allah. kok yo sempet-sempete nulis cinta, dasar cah enom.

Pokoke my new life, my spirit ^_^

Love you penghuni kost wisma Fatimah!!

Minggu, 28 Juli 2013

Sebelum (benar-benar) Berpisah

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Karena hari ini yang kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Karna waktu ini yang kan kita banggakan di hari tua...

Sampai jumpa kawanku
Semoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
Semoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah
Karena hari ini yang kan kita rindukan
Di hari nanti...

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian

Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian

:-(

Narsis ala maba :-D

Lambang UNS di kancing jas almamater


 First time narsis pake jas almamater UNS :D

Stiker Mayoga dan UNS di lemari belajar.. 


First announcement from UNS ^_^


JUST KIDDING :-P


Kamis, 25 Juli 2013

Ketika nanti bersamamu

Ku mohon berbaik hatilah padaku
Jangan buat aku takut, apalagi benci
Ku mohon ajak aku bicara
Jangan biarkan aku sendiri mengenang kejinya rindu
Ku mohon ajak aku tertawa
Agar hatiku damai memulai kehidupan bersamamu
Ku mohon untuk kau arahkan 
Agar aku bangga akan menyatu dengan duniamu
Ku mohon beri rasa percayamu padaku
Agar aku merasa kau bisa menjagaku
Ku mohon berilah aku kesempatan
Untuk ikhlas bersahabat dengan keadaan yang baru
Ketika nanti bersamamu


*Teruntuk calon dunia baruku... I will try to love you more!!*
H-20 kepindahan 

Rabu, 24 Juli 2013

"-_-

Rasanya tak lelah menuliskan tentang perasaan yang naif ini. Rasanya tak ada ujungnya aku bercerita tentang apa saja yang bergejolak dalam hati dan menari-nari dalam pikiran ini. Aku sudah meminta, cukup ini yang terakhir kali, aku tak ingin lagi bermain ilusi denganmu. Aku sudah lelah tenggelam dalam samuderamu, yang ombaknya kerap menghantamku keras hingga tergores luka di tepian. Namun, tangan ini selalu ingin merangkai huruf-huruf menjadi seuntai cerita tentang dirimu. Juga hati ini tetap bertahan merasakan pahitnya keadaan yang tidak memihakku padamu. Ah, aku tidak pantas seperti ini.
Aku tidak tahu bagaimana nanti kedepannya. Tapi aku sudah tidak tahan untuk menuliskannya. Aku berharap awan masih mau menjadi saksi dilemaku. Aku berharap hujan masih membersamaiku di tengah tandusnya penantianku. Aku berharap angin selalu sampaikan salam rinduku ketika lautan, benua, ruang, dan waktu menghalangi jumpaku denganmu.
Aku dan kamu masih anak-anak, walaupun usia kita bukan lagi usia anak-anak. Tapi kalau membicarakan perasaan yang naif ini, semuanya terbuncah seperti nantinya tidak akan terjadi penyesalan. Aku belum bisa berfikir panjang. Aku tidak tahu nantinya aku akan menyesal atau tidak. 
Sudah kukatakan, ini sudah terlalu lama, dan ini sudah terlalu kuat. Tapi aku tidak ingin peduli bagaimana denganmu. Yang aku tahu dan rasakan, aku tidak lebih dari yang dulu pernah denganmu. Bukan tentu pacar, bukan tentu teman dekat. Cemburu itu bisa hadir dengan siapa saja yang menurutku jauh lebih baik. Tapi aku selalu merasa debu dibanding mereka yang seperti angin, bisa menyingkirkan aku darimu kapan saja.
Aku tahu ini terlalu labil. Masih banyak diluar sana yang mungkin akan menjadi pertimbanganku dan kamu. Masih panjang waktu kita untuk bertemu jiwa-jiwa yang mungkin lebih menyenangkan. Masih ada kesempatan untuk aku dan kamu memantaskan diri, ntah nanti dengan siapa aku dan kamu akan berlabuh.

Terimakasih telah menjadi gejolak dalam hatiku. Izinkan aku untuk tetap menulis gejolak ini, sebelum Sang Pemilik Cinta merenggutnya dariku.

Sampai jumpa di skenario selanjutnya.