Senin, 27 Mei 2013

Sabtu, 25 Mei 2013

Pergi Berpisah


Tak bisa aku menahan diri
Hilang dari dunia sebelumku
Tak ku butuhkan haru itu
Tak perlu aku simpati itu

Mimpi disini hanya sementara
Kan kujalani hidupku sendiri
Tanpa masa lalu berlalu
Waktunya aku hilang darimu

Mungkin saat kita berjumpa
Aku bukan lagi seperti ini
Dulu aku dalam ingatanmu

Masih kah engkau ingat suasana
Terakhir saat awan datang
Bersama haru berselimut merdu...



Lirik dan Arransmen: Bramantyo Suryo Nugroho

Dewa dan aku (in memory)



Bagaimana aku di mata kalian?
Bagaimana kalian akan mengenang aku?
Bagaimana kalian yang sudah tau hingga busuk-busuknya tentang diriku?
  
Aku selalu mencintai dan mengenang kalian, tidak pandang baik atau buruknya kalian. Pertemuan dengan kalian merupakan kenangan manis di masa SMA. Maafkan aku yang egois, nggak tau diri, jahat, gengsian, mutungan, dll.... Tapi aku berharap semoga pertemanan kita abadi selamanya, hingga waktu memakan habis usia kita :-D

Lanjutkan lagi perjuangan ini di Perguruan Tinggi yaa teman-teman. Kalian pasti bakalan jadi orang hebat!!!

-I always LOVE DEWA-

Special for:
M. Fathurohman (Ketua)
Arina Hasanah (Sekretaris)
Neo Aisya Yuniar (Bendahara)
Zumi Hanifa (Dpt. Keagamaan)
Gita Octaviani (Dpt. Olahraga)
Mila Mawarni (Dpt. Lingkungan Hidup)
Fathah Yoga (Dpt. Kesenian)
Rahman Aminudin (Dpt. Humas)


Special from:
Naila Faiza Rahmasita (Dpt. Bela Negara)

Mayoga lulus 100%

Alhamdulillah, angkatan 2013 MAN Yogyakarta III lulus 100%. Awalnya aku tenang-tenang aja kok pas mau dikasih tau pengumumannya, soalnya sehari sebelumnya aku dah di sms sama temenku dan baca di internet juga kalau pelajar MA se-Yogyakarta lulus semua. Eh pas kita semua disuruh kumpul di masjid malah ditakut-takutin sama pak Awang dan pak Muharom. Mana di sebelah kiriku, si Itha, ributtt banget saking deg-degannya, trus di sebelah kananku, si Fityat, ributtt juga nanggepin sms mbaknya. Aku sih berusaha cool, senyum, dan santai... sampe-sampe pahaku ditapok sama Fityat gara-gara itu. 
Setelah kurang lebih 30 detik kita disuruuh merunduk dan berdoa... Taraaaaaaaaaa ini dia, dua adik kelasku mengibarkan spanduk seperti yang ada di foto ini... Lalu kita membuka mata dan langsung sujud syukur serta menumpahkan air mata penuh haru.. termasuk aku yang tadinya cengengesan ternyata bisa nangis juga.. 



Eitss tapi perjuangan nggak berhenti sampai disini lhoo teman-teman. Masih ada pengumuman SNMPTN tanggal 28 Mei yang pastinya bikin kita lebih deg-degan lagi. Pokoknya jangan puas dengan kelulusan kita dulu yaa, karena persaingan yang sesungguhnya belum dimulai. So, tetap semangat! tetap belajar! tetap ikhtiar! ^_^ 
Allah tau yang terbaik untuk kita semua... Aku sayang kalian, teman-teman.. Semoga dengan keberhasilan kita membuat kita bisa lebih dekat denganNya..

Kamis, 23 Mei 2013


"Entah sudah berapa kali kamu gagal dalam mencoba... Entah berapa kali kamu malu untuk memulai... Entah sampai kapan kamu harus bertahan... Tapi pastikan kamu akan selalu berusaha untuk jadi yang terbaik. Proses adalah yang terbaik, dan hasil adalah bonus"

-Indra Bayu Kusuma-

Rabu, 22 Mei 2013

Aku, kamu, dan SNMPTNku


Kemarin adalah hari yang sangat aku tunggu-tunggu. Berkumpul dengan teman-teman sekelasku, bahkan satu angkatan. Mungkin pagi itu menjadi hari terakhir dimana kita bisa berkumpul dengan seragam putih abu-abu. Dengan semangat dan ceria aku berangkat ke sekolah karena akan ada sesi foto satu angkatan dan ekstra intra.
Sesi foto seangkatan berlangsung lancar dan menyenangkan, walaupun tidak semuanya hadir. Setelah itu aku foto dengan teman-teman sekelasku, 12 IPA 1 dengan wali kelas pak Supri. Setelah itu kita semua terpencar pada ekstra dan intra masing-masing. Aku kebagian foto di ekskul PMR dan Rohis.
Sebenarnya pagi itu ada sesuatu yang mengganjal dalam hatiku. Aku merasa dijauhi atau malah menjauhi salah satu teman dekatku. Kita sama-sama menjauh. Padahal biasanya kita hebring banget kalau ketemu. Ntah lah, aku tidak begitu memikirkan. Lagi pula dia masih mau bicara denganku. Setidaknya kita belum diam-diaman. Karena dialah Zumi.
Setelah aku foto ekskul rohis di masjid. Aku ngobrol dengan seorang teman laki-lakiku, Rahman, di dekat abadhika. Aku tau disitu juga ada Zumi. Dia nggak nimbrung kayak biasanya. Ya sudahlah, aku masuk saja ke perpus, eh Rahman juga ikutan masuk perpus.
Begitu aku dan Rahman keluar dari perpus, Zumi pas lewat di depanku lagi liat ke papan pengumuman. Aku menyapanya, “hai tum”, dia cuma senyum NGGAK ENAK banget. Trus aku bilang, “kenapa e tum?” tapi sebenarnya aku dah dongkol banget. Dia nggak jawab. Bodo amat! Gengsiku langsung kambuh. Aku paling benci kalau temenku berlagak gitu. Sok cuek dan cari perhatian pake cara anak kecil. Padahal aku juga masih kayak gitu. Masya Allah…. dalam hatiku terbesit "Zumi itu bukan oranglain, Nai. Kenapa kamu masih gengsi sama dia?" Yah inilah kekurangan terhebatku yang masih harus aku perbaiki, gengsian dan sangat kekanak-kanakan.
Sejak peristiwa itu, aku menggerutu. Ditambah lagi Fathur dan Rahman membuat aku syok setengah hidup tentang kabar SNMPTN. Intinya SNMPTN akan hangus kalau sudah daftar SBMPTN. Rahman liat info itu di twitter SBMPTN. Aku lumayan percaya itu soalnya aku juga follow twitternya, jadi ya aku percaya kalau infonya itu uptodate dan akurat. Hatiku berkecamuk luarbiasa. Galau tingkat dewa-ku kumat.
Aku meletakkan kepalaku di sebuah bantal di ruang Dewa. Aku memikirkan Zumi dan SNMPTNku. Aku ingin menangis. Aku instropeksi diri. Ya Allah, begitu sombong dan angkuhnya diri ini. Aku sadar aku telah menyepelekan SNMPTNku. Aku tenang-tenang saja karena aku pasti diterima. Jurusan yang kupilih sebagai pilihan pertama adalah jurusan yang passing gradenya paling rendah di IPB, ditambah lagi aku menyertakan sertifikat lombaku di tingkat Nasional dan provinsi. Aku pasti lolos! Saking sombongnya aku… Tak segan-segan aku menomor duakan SNMPTNku dengan buru-buru daftar SBMPTN dan memilih jurusan yang passing grade dan jumlah peminatnya selangit. Tapi aku masih berusaha realistis kok. Aku ikut bimbingan SBMPTN di sekolah dan bimbel di luar. Padahal teman-temanku yang lain belum ada yang daftar SBMPTN karena mereka masih ingin menunggu hasil SNMPTN.
Begitu juga masalahku dengan Zumi. Sepertinya aku salah besar ke dia. Ake egois. Aku nggak mikirin perasaannya dia. Padahal aku selalu meminta oranglain untuk mengerti perasaan dia. Tapi ternyata aku sendiri kesulitan karena egoku yang terlalu besar. Aku gengsi mendekati dia kalau sudah seperti ini. Maafkan aku ya, Zum. Aku memang jahat.
Aku nggak mau berlarut-larut dalam kesedihan ini. Aku nggak mau frontal dan berlebihan. Aku harus bangkit dan tetep semangat belajar. Dan tentunya aku harus minta maaf sama Zumi J


Keep smile and keep spirit, Naila sayang.... ^_^