Selasa, 04 November 2014

Serius

Serius itu makna yang dalam, tidak sedangkal yang kamu dan aku rasakan.
Menjaga hati saja tidak cukup.
Dan bukan sekedar berusaha memantaskan diri.

Tapi aku belum pantas untuk memulainya
Walaupun hati menuntut kepastian

Aku ingin mendengar dengan telingaku
Melihat dengan mataku
Dan merasakan dengan hatiku

Bahwa serius itu memang benar
Adanya.

Senin, 03 November 2014

Singkat cerita

Belum genap satu tahun aku mengenal sosok yang satu ini. Pertemuan pertama kami terjadi bulan Desember 2013. Kami sudah saling tau, tapi tidak menyapa.
Dia anak kedua dari enam bersaudara. Salah dua adiknya pernah sekolah di tempat yang sama denganku. Tapi aku dan mereka tidak pernah beronteraksi, hanya saling kenal saja.

Dari segi usia dan pemikiran, dia jauh lebih dewasa dariku. Tapi hal itu tidak menjadi halangan dalam pertemanan kami. Banyak hal yang kupelajari dari pengalamannya, keahliannya, dan pengetahuannya yang jauh lebih banyak dariku.

Kami sama-sama orang melancholis, dan sangat suka irama yang sendu. Kami suka bermain alat musik, tapi dia jauh lebih handal dari padaku. Itulah kenapa sebabnya aku ingin belajar bermain alat musik yang belum bisa dia mainkan, yaitu biola. Kami juga suka fotografi, hampir setiap foto yang dia post di akun instagramnya aku menyukainya. Dia pun juga begitu.

Instagramku juga diikuti oleh dua adiknya dan seorang calon adik iparnya.
Aku merasa sepertinya dia menceritakan aku kepada saudara-saudara kandungnya, calon adik iparnya, dan teman dekatnya. Terbukti dari mereka yang mulai memfollow instagramku.

Aku hanya berani menceritakan kisah  pertemanan kami ini pada ibuku. Tapi aku pernah mengumpamakan sosoknya dalam  sebuah pertanyaan yang aku ajukan untuk bapakku.

Selasa, 28 Oktober 2014

Ada-ada Saja.

Ada-ada saja gejolak dalam berorganisasi. Walaupun periode 2014 hampir berakhir, tapi bukan berarti semuanya selesai. Justru keadaan semakin klimaks.

Di ukmi kemarin baru saja departemenku mencetak 1000 eksemplar majalah inspire, biasanya hanya 500, namun karena kemarin ada rapimnas jadi ketum minta dicetak lebih banyak karena akan dibagikan ke peserta rapimnas juga. Tapi efeknya kami jadi nombok 2,5 juta dan sekarang bingung gimana caranya buat nutupin kekurangan itu.

Lalu di bem aku sepertinya agak disebeli sama temen satu bidang. Suasanannya hampir sama seperti di dewa jaman sma dulu. Setiap didiemin, disengakin, dibentak, aku cuma bisa mendem nangis. Sakit sih. Tapi aku harus bertahan. Aku ga boleh ngadu sama yang lain, apalagi mas mentri. Kasihan beliau, pasti beliau bakalan sedih kalau keadaan staffnya yang seperti ini. Ada yang marahan, ada yang timbul hilang, yah begitulah.

Tekanan ini memang nggak seberapa. Jangan mengeluh, jangan berlebihan kalau curhat sama oranglain. Pokoknya jangan menghindar dari masalah, teko hadapi wae.. Insya Allah pasti akan berkahir bahagia dan berpahala.. Semangat, Naila ku sayang :*

Cukup Tau


Mengetahui keberadaanmu yang sering membersamainya
Langkah kaki yang selalu beriringan saat ingin menuju ke tempat yang sama
Tatapan mata yang saling menyinari
Seutas senyum yang terus berbalas hingga menjadi tawa
Bahkan status media sosial kalian pun serupa

L to the L, but L not for L

Ini bukan tentang cinta segitiga
Salah juga kalau menuduh aku cemburu

Namun L memang bercerita tentang aku, kamu,
Dan dia.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Kekaguman yang Terlambat


Seorang ikhwan, mahasiswa jurusan Biologi angkatan 2011. Rapat sore hari itu dipimpin oleh beliau. Baru kali itu aku bisa melihatnya secara langsung dalam sebuah rapat, karena biasanya dihalangi oleh hijab. Tanpa kusadari aku telah menatapnya sedikit lamat.

Beliau menduduki jabatan tertinggi di sebuah organisasi yang aku ikuti. Aku suka dengan fisik pemimpin yang ideal dan proporsional seperti beliau. Tidak gemuk tapi berisi. Tidak terlalu tinggi tapi tegap. Suaranya lembut bernada tegas. Tatapan matanya menyala. Membuat semua orang menghormati dan menyeganinya.

Beliau mulai mengabsen satu persatu staff-staffnya. Apabila ada yang berhalangan hadir dia bertanya siapa namanya, apa bidangnya, alasan apa berhalangan hadir. Walaupun memakan waktu yang lama, tapi beliau berusaha mengetahui dan memperhatikan keadaan para staffnya. Tidak ada salahnya bukan kalau seorang pemimpin memiliki rasa keingintahuan yang tinggi tentang siapa yang dipimpinnya. Tujuannya agar staffnya merasa dianggap, diperhatikan, dan dibutuhkan keberadaannya. Namun alangkah lebih baik kalau pemimpin tersebut bertanya di forum terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Aku terkesan dengan caranya memimpin.

Di akhir rapat beliau berpesan pada kami bahwa setiap kegiatan yang kami lakukan adalah salah satu bentuk pengabdian kami bergabung dalam organisasi ini. Setiap tetesan keringat yang keluar dari dahi kami akan memberatkan amal kami di hari akhir nanti. Hati yang memendam keluh kesah dan amarah akan menguatkan hati kami dalam menghadapi hidup yang keras ini.

Sayang sekali, aku terlambat menyadari betapa istimewanya kepemimpinan beliau.  Kepengurusan periode kami akan selesai akhir tahun ini.

Sungguh beruntung beliau diberi kesempatan untuk mengemban amanah sebagai ketua umum unit kegiatan mahasiswa islam terbesar di Universitas kami. Sungguh iri hati ini mengetahui beliau selalu disibukkan dengan aktivitas mulianya demi agama Allah.

Semoga rasa cintamu untuk Islam tidak berkurang setelah jabatanmu berakhir. Islam sangat membutuhkan pemuda sepertimu. Semoga Allah memudahkan langkahmu untuk memasuki jannahNya, mas Hanafi.

Maafkan Aku.

Permohonan maafku padamu, mas Hanafi, mas Rowi, mbak Sasa, mbak Eva, Maulida.

Aku belum bisa menjadi staffmu yang baik. Aku mengabaikan tugasku karena sifatku yang kekanak-kanakan. Aku salah menghadapi keadaan. Aku kalah dengan egoku sendiri.

Aku akui semua pengurus, kecuali aku, memang luar biasa. Mereka punya totalitas yang tak kalah tinggi sepertimu. Aku bahagia melihat kalian begitu bersemangat dan sepenuh hati menjalankan amanah. Aku tahu ini adalah sebuah kesalahan. Berlinang air mata aku teteskan sebelum aku memutuskan untuk pergi. Lelah aku menahan, pedih aku rasakan. Ntah mengapa aku merasa lebih tenang. Aku tidak menyesal dengan apa yang aku perbuat.

Namun suatu hari nanti aku pasti akan merasakan akibatnya. Aku telah menodai rekam jejakku dalam organisasi ini. Aku tidak akan lagi dipercaya sebagai orang yang beramanah dan pastinya menanggung rasa malu.


Maafkan aku.

Selasa, 21 Oktober 2014

Dakwah

        Waktu sudah menginjak akhir bulan Oktober. Menandakan kepengurusan sebuah UKM tahun 2014 akan segera berakhir. Saat ini aku mengikuti 3 UKM di kampus, yaitu BPPI (lembaga dakwah fakultas), BEM F, JN UKMI (lembaga dakwah universitas). Terkadang aku merasa tidak totalitas di masing-masing UKM tersebut. Apalagi dulu ketika liburan aku benar-benar dengan sengaja mengabaikan tugas di ukmi, tapi Daru dan mbak Sasa tidak pernah lelah mengejarku lewat sms dan WA kepadaku. Di bem pun aku merasa kontribusiku kurang, di kementrianku sendiri aku sering tidak ikut kegiatan mengajar di dusbin karena faktor waktu mengajarnya yang malam hari. Kalau di bppi aku rajin ikut sekolah muslimah, kepanitiaan acara besar bppi, trus aku lumayan sering mampir ke mushola ketemu sama temen-temen bppi. Aku memang paling merasa solid disana.
     
          Aku mulai berpikir, apakah nanti aku akan lanjut di ketiga ukm tersebut atau tidak. Aku mulai galau. Mas Hafid selaku ketua umum BPPI kemarin sempat bilang, untuk apa kita hanya berani berdakwah di tempat yang sudah nyaman untuk berdakwah. Misalnya dengan bergabung dengan teman di bppi saja, tanpa membaur dengan teman diluar bppi. Dari luar memang keliatan eksklusif, tapi nilai dakwahnya NOL. Benar-benar makjlebjleb.

        Semula aku ingin melepaskan bem karena kupikir duniaku bukan disitu. Aku tidak terlalu aktif berdiskusi masalah politik. Aku juga jarang mengikuti kegiatan yang diadakan bem seperti sabtu seru, kajian politik, dll. Tapi aku kembali diingatkan dengan satu kata itu, "dakwah". Tidak mesti di bem sih, tapi paling tidak aku bergabung di komunitas yang memiliki peluang yang menantang untuk berdakwah.

      Dakwah yang aku maksud disini adalah saling mengajak dan mengingatkan temen-temen kepada kebaikan. Walaupun hanya sekedar mengingatkan makan jangan sambil berdiri, sholat tepat waktu bagi yang muslim, sholat berjamaah, puasa sunnah, dll. Kemudian kita juga harus bisa membaur dengan mereka tapi tetap harus memiliki batasan agar nilai dakwahnya tidak luntur. 

          Bppi dan jn ukmi memang zona yang keterlaluan nyaman untuk belajar dan menyampaikan dakwah. Karena orang-orang di dalamnya punya satu tekad dan prinsip yang sama menuju ridho Allah SWT. Terimakasih Allah, Kau telah menggerakan hatiku untuk bergabung bersama mereka. Akan kuhabiskan masa mudaku untuk belajar mengenalMu dan Islam bersama orang-orang yang soleh dan solehah di sekitarku.

         Dakwah menjadi alasan mengapa aku harus keluar dari zona nyaman ini.