Senin, 28 April 2014

28 04 2014

“Perempuan manapun pasti ingin disukai, disayangi, dan dicintai oleh laki-laki, seolah laki-laki itu tidak pernah mencintai perempuan selain dia” (Nabilah Aisya)

             Quotes yang aku temui di salah satu teman following di tumblrku itu makjleb-jleb banget. Karena itu “aku banget”. Wajarkah kalau aku merasakan seperti kalimat yang tertulis diatas? Aku menginginkan laki-laki yang menyukaiku adalah laki-laki yang tidak pernah menyukai perempuan lain melebihi rasa sukanya padaku. Ha...ha..ha.. Impossible dan susah ditemui kayaknya.

           Aku ini tipe perempuan yang ketika jatuh cinta kepada seorang laki-laki, pasti bakal kepo-kepo tentang dia termasuk masa lalunya. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Bukan maksud apa-apa sih, tapi itu sudah menjadi naluri tersendiri ketika lagi kagum sama oranglain. Tertarik dengan semua hal tentang dia. Bahkan kita tidak hanya sekedar jatuh cinta pada dirinya saja, tapi pada hobinya, pada keluarganya, pada tulisannya, dll.

             Kadang agak nyesek juga sih kalo pas jatuh cinta sama laki-laki yang dulunya pernah pacaran. Pernah bla bla bla sama perempuan lain. Oke aku gak mau lagi mempermasalahkan itu. Semua orang pasti bisa berubah dan khilaf dari kesalahan sebelumnya. Aku juga punya masa lalu yang buruk. Aku juga tidak ingin masa laluku dipermasalahkan dan diungkit-ungkit. Tapi kalau tentang cinta, memang sulit untuk dilupakan. Cyeileh hoekkk cuih!! :P

              Maka dari itu sekarang aku gak mau menuruti hawa nafsuku untuk berkomunikasi dengan orang yang aku suka. Salah satu cara yang paling akurat adalah dengan mengingat dia dengan perempuannya yang dulu. Ampuh banget lah bikin nyesek dan sakit. Tapi kalo tujuannya demi kebaikan, menjauhi dosa, dan memperbaiki diri gak papa kan? :’( Soalnya aku sebenernya sadar kalo jatuh cinta itu baiknya gak diumbar. Jadi lebih baik sakit hati sekarang daripada menyesal di masa depan gegara terlalu mengumbar cinta.

           Secara perempuan itu butuh kepastian, aku mau yang pasti-pasti aja. Dan sekarang aku hanya bisa berteman dulu dengan laki-laki yang aku kagumi. Tidak boleh sedikitpun kelihatan sedang jatuh cinta dengannya. Biarlah rasa itu ada dihati, hingga saatnya nanti waktu yang akan menentukan apakah dia harus hilang lenyap ditelan bumi atau tetap bertahan disini hingga halal untuk dimilki. Hahaha hoekk banget >.<

Rabu, 23 April 2014

Untuk Kamu.

Aku bukan perempuan yang rapi, kamar kosku pasti berantakan. Aku jarang membereskannya dan mengganti sprei kasur, begitu pula mencuci selimut dan korden. Sekedar membereskan buku-buku kuliah saja aku sering menundanya.

Aku bukan perempuan cantik, wajahku belang-belang dan jerawatan. Kadang bibirku terlihat pucat dan kering. Tubuhku kurus seperti lidi berjalan.

Aku bukan perempuan yang memiliki IQ tinggi. Aku tidak kritis. Pengetahuanku dangkal, dan rasa keingintahuanku rendah sehingga aku kerap acuh dengan isu kehidupan yang sedang marak diperbincangkan.

Aku belum menjadi perempuan sholihah. Muroja'ah dan amalan-amalan sunnah sering aku lewatkan. Seringkali niatku untuk datang ke kajian belum lurus karena aku hanya ingin mendapatkan makannya saja bukan ilmunya. Imanku pun mudah merosot, dan belum bisa istiqomah sepenuhnya.

Aku belum bisa memasak. Setiap hari aku selalu mampir di warung makan yang paling murah dekat kosku. Aku belum terampil mengupas, memotong, apalagi meracik bahan-bahan masakan.

Aku bukan perempuan yang bisa menjaga hati dan lisannya. Aku mudah cemburu, dan terpancing emosi. Aku pun tidak sabaran.

Aku belum menjadi perempuan yang ramah dengan anak kecil. Aku belum bisa menarik hati mereka, dan kelakuanku begitu kaku sehingga mereka enggan kepadaku.

Aku juga punya kebiasaan buruk yang belum bisa aku hilangkan, yaitu sendawa sembarangan dan latah.

Lalu disekian kekurangan yang belum selesai aku tuliskan, sebab apa kau mencintaiku?

Senin, 21 April 2014

Font

Suatu hari aku pernah menemukan sebuah foto seorang perempuan, dia berpose anggun sekali, membuatnya jadi terlihat manis. Foto itu jumlahnya ada enam, lalu kemudian diedit oleh seseorang menjadi satu. Di sebelah pojok foto itu ada tulisan yang sangat jelas menggambarkan perasaan betapa cintanya si pengedit kepada perempuan yang ada pada foto itu.

Aku tidak tahu siapa pengeditnya, aku hanya sedikit terkejut ketika si perempuan itu mempublish foto itu di media sosialnya
Aku tidak tahu siapa pengeditnya, aku malu untuk berusaha mencari tahu
Aku tidak tahu siapa pengeditnya, tapi tulisan di sebelah pojok itu sangat membuat aku kecewa berlarut-larut



Karena aku sudah tahu kini siapa pengeditnya
Karena font itu telah menjelaskannya
Sangat begitu jelas.

Kamis, 17 April 2014

Jika Istrimu Seorang Mahasiswi Manajemen

Pernahkah kau membayangkan bahwa istrimu yang masih muda ini adalah seorang mahasiswi manajemen? 
Istrimu hidup di dalam dunia yang berorientasi pada karier dengan jabatan dan materi yang tinggi. Ia kini berangan-angan memiliki pekerjaan yang mapan sesuai dengan bidang pendidikannya. Biaya kuliahnya yang bisa dibilang tidak murah menjadikannya ia harus bekerja untuk mendapatkan gaji sebesar total biaya kuliahnya. Tapi disela-sela kesibukannya membangun mimpinya, ia juga memikirkanmu. Ia ingin keadaan ekonomi ketika membangun rumah tangga denganmu menjadi mapan dan sejahtera. Ia ingin membantumu jika kau mengijinkannya bekerja. Dibalik lubuk hatinya yang paling dalam ia tak tega melihatmu yang bekerja sejak pagi hingga malam. Ia ingin kau bagi bebanmu dengannya. 
Kau pun tak perlu khawatir masalah pengelolaan uang. Ia bisa menjadi manajermu yang terbaik, bahkan mengalahkan manajer di kantormu. Ia bisa menjadi bawahanmu, ia bisa menjadi temanmu untuk berdiskusi, dan ia bisa menjadi pendampingmu yang paling kau cintai.
Tapi semua terserah padamu. Ia menyerahkan semua keputusan ada padamu. Apabila kau melarangnya untuk bekerja, berikanlah alasan yang halus agar hatinya tak rapuh, beri dia kekuatan baru untuk lebih semangat membangun mimpi baru dengan ridhomu sebagai suaminya. Karena surga seorang istri ada pada suaminya, ia percaya itu.
Bantu pula ia meyakinkan ayahnya yang juga mertuamu, beliau sangat menginginkan putri pertamanya itu bekerja di perusahaan keuangan. Yakinkanlah beliau bahwa kau mampu menghidupi istri dan anak-anakmu kelak dengan bekerja seorang diri.
Sebisa mungkin ia dapat mengimbangi apapun pekerjaanmu. Dia menyukai banyak hal yang mungkin salah satunya ada sebagian yang berkaitan denganmu.
Kau pasti takkan menyesal memilih istri seorang lulusan sarjana ekonomi, karena sudah kodratnya dia mengurus keuangan dalam keluarga ini. Sudah menjadi kewajibannya untuk membuat catatan tentang pengeluaran tiap bulan dan menyetabilkan keadaan keuangan agar tidak terjadi pemborosan. Ia juga pasti akan mengingatkanmu untuk menyisihkan gajimu agar disedekahkan kepada yang berhak agar rejekimu terus mengalir dan diridhoi Allah.


Rabu, 16 April 2014

New life (maybe)

This is my new life... Bersama BPPI semua mimpi-mimpiku bisa terwujud satu persatu. Aku mulai memperbaiki diri, menjadi bermanfaat buat oranglain, dan memanfaatkan waktuku menjadi produktif di setiap harinya. Terimakasih untuk Allah SWT yang telah mempertemukan aku dengan lingkungan yang mendukungku menuju ridhoMu, terimakasih atas orang-orang disekelilingku yang selalu mengingatkanku padaMu. Semoga aku dapat terus istiqomah dan menjadi salah satu umatMu yang taat. 




Selasa, 15 April 2014

Bersabarlah...

Bersabarlah saudariku...
Saat kau menjaga pandanganmu
Calon suamimu (kelak) pun tengah berusaha menjaga pandangannya dari yang tidak halal baginya

Bersabarlah...
Kosongkan singgasana hatimu hanya untuk insan yang dipilihNya
Sebagai penggenap agamamu
Sebagaimana dia mengosongkan singgasananya hanya untuk dirimu

Insya Allah...


Senin, 10 Maret 2014

Cinta Sejatiku...

Alkisah diceritakan teman SMAku, namanya Icha. Dulu waktu kelas 10 sudah ada beberapa teman laki-laki yang terpikat dengannya. Dia memang punya pesona yang membuat laki-laki mudah tertarik sama dia, ntah itu dari sifat supelnya, ramahnya, ataupun perhatiannya. Salah satu yang paling santer terdengar adalah kedekatannya dia dengan Khanif teman sekelas kami juga. Mereka kelihatan sangat cocok sekali, tapi ntah bagaimana mereka tidak segera menegaskan hubungan mereka, atau biasa disebut dengan pacaran.
Di kelas 11 mereka pisah kelas dan menemukan tambatan hati masing-masing. Sekilas Icha dan Khanif sudah bahagia dengan pilihan mereka. Model pacaran baik Icha dan Khanif dengan pacarnya udah masuk dalam kategori hot bangetlah, mereka mengekspose pacaran mereka didepan umum, berani tampil mesra, udah sampe bahas masa depan, dan udah direstuin kedua belah pihak keluarga.
Tapi beberapa bulan terakhir semua cerita itu telah pupus. Icha dan Khanif telah putus dengan pacar masing-masing yang telah mengisi hati mereka selama 1 tahun lebih. Mereka mulai merasa tidak cocok dan menganggap pacar mereka itu tidak mereka cintai secara tulus karena sebenarnya Icha dan Khanif masih saling mencintai. Jadi menurut Icha, cinta sejatinya dia itu Khanif. Sedari dulu jaman kelas 10 dia masih belum bisa melupakan Khanif, walaupun dia sudah memiliki pacar. Begitu juga Khanif, dia juga merasakan hal yang sama dengan Icha.
Aku tidak habis pikir kenapa mereka bisa setega itu dengan pacar mereka. Kenapa mereka lancang mengumbar cinta kepada pacar mereka padahal mereka sadar itu hanya palsu dan tidak tulus. Mungkin benar cinta itu hanya emosi belaka yang suatu saat bisa meluap-luap ketika kasmaran, dan menjadi benci ketika mereka sedang marahan. Aku tidak percaya kalau Icha tidak mencintai pacarnya dulu dengan tulus. Icha baru merasa cintanya tidak tulus ketika dia membandingkan cintanya dengan Khanif.
Sekarang Icha dan Khanif pun mulai merajut cinta yang baru. Cinta yang selama ini mereka pendam akhirnya membuncah juga. Banyak teman yang bilang bahwa mereka itu cinta sejati. Walaupun mereka sempat pernah terpisah, tapi perasaan itu tidak pernah hilang dan mereka tidak bisa berbohong kalau sebenarnya mereka masih saling mencintai hingga akhirnya pacar mereka menjadi korban.
Terinspirasi dari kisah itu, aku jadi ingin berandai-andai tentang cinta sejati. Aku mengibaratkan aku adalah Icha, Khanif adalah masa-masa dimana aku ingin mendekatkan diri dengan Allah, semangatku membara untuk beribadah dan memperbaiki diri. Dan pacar Khanif dan Icha aku ibaratkan seperti godaan dunia yang kerap mengelabuhiku untuk melakukan perbuatan yang melanggar aturanNya.
Aku pernah mengalami masa dimana aku sangat ingin berada di jalan yang lurus, masa dimana Imanku sedang kuat dan kokoh. Namun seiring godaan-godaan dunia datang menghampiri, akhirnya aku pun terperosok kedalam hal-hal yang buruk. Aku benar-benar sudah tidak bisa dikontrol, dan sangat lama berada di dalam kehidupan yang kelam itu.
Perasaanku sama dengan Icha, Icha menyesal pernah berpacaran dengan pacarnya yang dulu. Begitu juga aku yang menyesal karena telah mengikuti godaan dunia yang membelengguku dalam waktu yang lama. Dan perasaanku juga sama dengan Icha ketika dia bertemu Khanif yang dia bilang adalah cinta sejatinya, saat ini aku juga ingin kembali kepada cinta sejatiku dan ingin merasakan kebahagiaan yang sebenar-benarnya.
Sungguh ketika kita membayangkan cinta sejati itu rasanya indah sekali, membuat kita menjadi lebih hidup. Tapi kali ini belum saatnya aku menggambarkan cinta sejatiku dalam bentuk seorang laki-laki idaman. Kali ini aku sedang menghayal cinta sejati dalam bentuk ketaatan dengan Sang Maha Pemilik Cinta. Aku ingin seutuhnya meninggalkan godaan dunia yang aku ibaratkan seperti pacarku yang dulu, dan aku ingin kembali kepada cinta sejati yang aku ibaratkan seperti Khanif. Aku ingin memperbaiki diriku dan kembali lagi seperti yang dulu.