Minggu, 14 Juli 2013

Semangat kawan!


Maafkan aku yang tidak bisa menemani kamu belajar, seperti dulu kamu yang menemaniku belajar. Maafkan aku yang tidak pernah mengingatkanmu belajar, seperti dulu kamu yang selalu menyemangatiku untuk belajar. Maafkan aku yang tidak banyak membantumu, seperti bantuan yang telah kau berikan padaku.

Aku mencoba untuk memahamimu. Aku takut sikapku salah, bahkan menggurui. Melontarkan sepatah kata semangat untukmu saja aku tidak berani, hanya lewat tulisan diatas kertas mungil itu pesanku tlah ku sampaikan. Semoga bermanfaat dan membantu.

Dalam diamku aku selalu berdoa, dalam ketidakpedulianku aku sangat ingin tahu keadaanmu, dalam amarahku aku merasa tidak ada ruang untuk sedikitpun melupakanmu.

Semoga kebaikan dan segala kerja kerasmu dibalas dengan indahnya rencana Allah untukmu. 

Aku tunggu kabar baikmu, kawan.


Jumat, 12 Juli 2013

Jomblo Terhormat

Allah sudah berjanji pada kita bahwa setiap insan yang akhlaknya baik pasti akan mendapatkan pasangan yang baik pula. Ya, pada intinya pasangan kita nantinya adalah cerminan diri kita. Menyandang status jomblo terhormat buat anak muda di jaman sekarang memang sulit diraih karena iman masih mudah digoyahkan. Seperti aku. Walaupun aku punya prinsip tidak pacaran, tapi kalau keadaanku masih seperti ini dan tidak berprogress. Maka bisa saja kemungkinan itu bisa terjadi. Ya Allah, semoga kalau nanti aku jauh dari orangtuaku, aku tidak nakal, tidak bohong, tidak kelayapan. Semoga aku bisa istiqomah, mandiri, tahan banting, percaya diri, dan pastinya selalu diberkahi dan di rahmati oleh Allah.
Aku sungguh mencintaimu ya Rabb... Lindungi aku...

SKANDAL

Skandal. 

Aku tidak ingin memaparkannya. Yang jelas Allah tlah mengabulkan pintaku untuk melenyapkan kenistaan itu dari muka bumi ini. Semua habis tak tersisa. Semua terbakar oleh amarah hati yang membara. Walaupun kebodohan sangat jahil mengungkit-ungkit, hingga terasa menjijikkan. Yuck.

Aku Gal..


Aku galau. Ntah apa yang aku galaukan. Aku berusaha untuk selalu bersemangat dengan apa yang terjadi pada diriku saat ini, tapi lama-lama semangat itu melebur bersama angin yang berlalu. Aku tidak bergairah, rasanya hambar, biasa saja. Apa ini tentang penantianku menunggu pengumuman simak UI dan UM UGM? Apa ini tentang halida, lia, triana, fathur, hasan, ulwan, dan teman-temanku yg lain yg belum lolos masuk PTN? Apa ini tentang keawamanku ketika nanti harus mengurus berkas dan mendaftar asrama di Solo? Apa ini tentang skandalku? Hahhh…. Aku memang dibuat galau karena itu. Tapi ku kira bukan itu penyebab utamanya, agaknya ada alasan yang lebih tepat. Aku sulit menjelaskannya, mungkin ini tentang kehilanganku.

Selasa, 09 Juli 2013

Lolos

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan nikmat dan rahmatnya. Akhirnya aku bisa memberikan secercah kebanggaanku kepada yang tercinta, kedua orangtuaku.
        Ini belum apa-apa, belum seberapa. Aku pun tak boleh sombong dan terlena. Aku harus tetap memiliki daya juang dan kerja keras. Tidak untuk saat akan ujian saja, tapi seterusnya. Karena setiap kerja keras pasti akan menghasilkan kebaikan. 
          Dua hari yang lalu pengumuman SBMPTN, alhamdulillah aku lolos pilihan ketiga di Manajemen UNS. Aku tidak mengira bahwa ternyata kerja keras dan niatku untuk lintas jurusan ke IPS ternyata berbuah manis. Walaupun ada yang bilang aku munafik, nggak punya pendirian. Tapi aku sudah bertekad. Walau sebenarnya aku ini lemah. Walau sebenarnya aku ini dilema besar. Namun aku dan orangtuaku selalu berdoa agar mendapatkan yang terbaik.
          Selain ujian SBMPTN, aku juga mengikuti SIMAK UI dan UM UGM. Jujur dari lubuk hatiku yang terdalam, aku memang ingin kuliah di luar Jogja, tapi Solo bukan tujuan utamaku, Solo tidak mendominasi mimpi-mimpiku sebagai pelabuhanku untuk merantau. Aku ingin pergi jauh ke kota kelahiranku yang terkenal metropolitan. Ntah aku mampu atau tidak itu urusan nanti, yang jelas aku sudah berusaha dan kini aku tengah menunggu pengumumannya.
          Memang aku tak punya modal yang 'wow' untuk kuliah di UI, hanya berani dan berusaha, itu saja. Aku tidak pintar, aku tidak punya link alumni dari sekolahku yang kuliah disana, aku juga tidak berasal dari almamater favorit di kotaku. Cukup impossible memang untuk ditembus. Tapi kalau sudah rezeki pasti takkan kemana.
         Allah Maha Tahu, kuserahkan seluruh usahaku ditanganMu. Apapun keputusannya, jadikanlah aku  untuk menjadi lebih dekat denganMu.
       

Selasa, 02 Juli 2013

T O P E N G


Kudapat melintas bumi, kudapat merajai hari
Kudapat melukis langit, kudapat buatmu berseri

Tapi kudapat melangkah pergi
Bila kau tipu aku disini
Kudapat melangkah pergi
Ku dapat hal itu

Tapi buka dulu topengmu
Buka dulu topengmu
Biar ku lihat warnamu
Kan kulihat warnamu

Kau dapat cerahkan aku, kau dapat buatku berseri
Kau dapat buatku mati, kau dapat hitamkan pelangi
Tapi kudapat melangkah pergi
Bila kau tipu aku disini
Kudapat melangkah pergi
Ku dapat hal itu


"aku ingin melihat warnamu...."

Cinta Dalam Diam


Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam..

Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya..
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan terlarang, kau tidak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..

Karena diammu memuliakan kesucian diri dari hatimu..
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang dapat merusak izzah dan iffahmu..
Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yg telah Allah pilihkan untukmu..

Karena dalam diammu tersimpan kekuatan..
Kekuatan harapan..
Hingga mungkin saja ALLAH akan membuat harapan itu menjadi nyata..
Hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata..

Bukankah ALLAH tidak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padaNya?
Dan jika memang cinta dalam ciammu itu tidak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam..

Jika dia memang bukan milikmu, toh ALLAH, melalui waktu, akan menghapus cinta dalam diammu itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat..
Biarkan cinta dalam diammu itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi Rahasia antara kau dengan Sang Pemilik Hatimu...